Kenapa Malam Pertama Tidak Mengeluarkan Darah

Kenapa Ketika Malam Pertama Tidak Mengeluarkan Darah Perawan.?? – malam yang dinanti-nanti banyak gadis dan perjaka seusai menikah adalah malam pertama (bulan madu). Malam pernikahan ketika pasangan pria dan wanita telah resmi menjadi suami istri. Tapi malam pertama juga adalah malam yang menakutkan bagi sebagian wanita, di karenakan takut jika malam pertama tidak berdarah.

ketika-malam-pertama-tidak-mengeluarkan-darah-perawan  Bagi wanita-wanita yang memang sudah pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah tentu tahu dirinya tidak akan lagi mengeluarkan darah perawan di malam pertamanya Karena Selaput Dara Yang Telah Robek. Dan jika itu tidak dikomunikasikan terlebih dahulu dengan calon suami, maka hal tersebut bisa menjadi sumber pertengkaran di kemudian hari..

Artikel Lainnya : Selaput Dara Buatan Cara Kembali Perawan

Akan Tetapi beberapa wanita yang masih suci juga bisa saja tidak mengeluarkan darah saat bercinta pertama kali. Wanita-wanita inilah yang biasanya beranggapan malam pertama sebagai malam yang menakutkan, mereka takut mengecewakan suaminya.

Menurut para ahli, memang ada kemungkinan malam pertama tidak berdarah. Penyebabnya ada beberapa hal, yaitu:

  • Pertama, malam pertama tidak berdarah karena mereka memang sudah tidak perawan lagi dan baru ketahuan saat malam pengantin

Darah yang tidak keluar di malam pertama adalah bukti otentik bahwa istri sudah pernah berhubungan seks dengan pria lain. Dalam hal ini suami memang kadang merasa bingung, waktu masih pacaran mengaku perawan tapi di malam pengantin kenapa tidak keluar darah?

Keterbukaan dan kejujuran sebelum menikah memang sangat dibutuhkan agar supaya hal-hal seperti ini tidak terjadi di malam pengantin mereka.

  • Kedua, sebenarnya sang istri masih perawan tapi area intimnya pernah mengalami cedera akibat terjatuh pada satu masa dalam hidupnya yang membuat selaput daranya robek.

Perawan tidaknya seorang wanita diukur dari pernah atau tidak sebuah penis melakukan penetrasi ke dalamnya yang menyebabkan sepalut dara sobek. Dalam situasi tertentu selaput dara bisa saja sobek akibat sebab lain misalnya kecelakaan atau cedera saat terjatuh.

Dalam situasi seperti ini suami perlu dan wajib mempercayai istri agar rumah tangga mereka tetap harmonis dan langgeng.

  • Ketiga, istri pernah mengalami pelecehan seksual atau menjadi korban pemerkosaan yang menyebabkan keperawanannya hilang.

Keperawanan juga bisa hilang akibat pemerkosaan yang alami istri dulu saat masih gadis. Kasus seperti ini tentu menyebabkan selaput dara sobek dan di malam pertama tidak lagi berdarah. Dalam kasus seperti ini komunikasi dan kepercayaan dari suami memang mutlak dibutuhkan.

  • Keempat, istri masih perawan tapi jenis selaput daranya lebih tebal dan kurang elastis sehingga tidak mudah koyak ketika berhubungan intim pertama kalinya.

Oleh karena belum koyak atau koyaknya belum sampai ke tepi cincin selaput dara maka kemungkinan berdarah jadi kecil, atau bahkan sama sekali tidak berdarah. Dalam beberapa kasus perdarahan kadang terjadi beberapa hari setelah lewat malam pertama.

Artikel Terkait : Bentuk Bentuk Selaput Dara

Demikian empat alasan mengapa malam pertama istri tidak berdarah. Bukti bahwa sang istri masih perawan tidak bisa ditunjukkan dengan ada tidaknya darah di malam pertama. Sebab seperti dijelaskan di atas, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab malam pertama tidak berdarah dan penyebab itu tidak selalu karena istri sudah pernah berhubungan seks dengan pria lain sebelumnya.

Malam Pertama Tidak Berdarah Bukan Berarti Tidak Lagi Perawan

Malam pertama dan darah memang sulit dipisahkan. Baik pria maupun wanita sama-sama menanti dengan harap-harap cemas tetesan darah yang keluar dari vagina saat berhubungan seks di malam pertama pernikahan. Jika istri merasa sakit dan ada darah yang mengucur dari vagina maka suami merasa senang, puas dan semakin sayang dengan istrinya.

Kendati masih gadis dan belum pernah mengalami cedera selaput dara, malam pengantin bisa saja berakhir tanpa terlihat adanya tetesan darah. Secara medis ini bisa dimengerti sebab selaput dara tidak selalu harus berdarah sekalipun sang istri masih perawan.

Banyak wanita yang bertanya apakah selalu ada darah yang keluar ketika berhubungan seks pertama kali.? Jawabannya variatif. Beberapa wanita mengeluarkan darah yang banyak tapi tidak sedikit wanita yang tidak berdarah sedikitpun.

Berdasarkan sifat lubang-lubangnya dan elastisitasnya, selaput dara terdiri atas beberapa jenis. Pada wanita yang selaput daranya tebal dan kaku, besar kemungkinan selaput daranya tidak berdarah di malam pertama pernikahannya. Nanti di malam-malam berikutnya setelah beberapa kali penis penetrasi selaput dara baru sobek dan terjadi perdarahan.

Atau bahkan untuk jenis selaput dara yang sangat kaku, tidak akan sobek dan berdarah meski melakukan hubungan seks berulang kali. Selaput dara jenis ini baru benar-benar koyak setelah sang wanita melahirkan anak.

Kasus malam pertama dimana sang pengantin wanita tidak berdarah sering menjadi prahara di awal pernikahan. Karena curiga istri tidak berdarah saat senggama membuat suami berpikir istrinya sudah tidak gadis lagi. Padahal meski tidak berdarah, sang istri belum tentu tidak perawan. Masalah seperti ini tidak jarang berbuah dengan perceraian.

Karena itu pentingnya memahami pengetahuan seks bagi remaja pria maupun wanita. Kalau saja setiap suami tahu bahwa selaput dara itu ada beberapa jenis, tentu dia akan lebih arif menghadapi istri yang sesungguhnya masih perawan meskipun tidak berdarah di malam pertamanya.

Artikel Terkait : Ketika Suami Mengetahui Istri Tidak Perawan

Lalu bagaimana solusi ketika malam pertama tidak berdarah bagi wanita yang sudah tidak perawan.??

Dalam hal ini Doktor Ahmad Ali Rayyan, Guru Besar Fiqih perbandingan Universitas Al Azhar, Mesir, berpendapat sebagai berikut: “menceraikan istri yang ternyata bukan perawan harus dengan beberapa syarat karena belum tentu terbukti sesuai dugaannya.

suami-istri-bahagia  Maka Solusi yang paling baik buat wanita yang sudah tidak perawan ialah Bertaubat dan merahasiakan (masalah ketidak perawanan tadi) dan tetap hidup bersama dan berkomitmen menjadi pribadi yang lebih baik. begitu juga ketika suami mengetahui istrinya sudah tidak perawan lagi, maka suami harus mempunyai rasa belas kasihan kepada istri dan keluarganya. seorang suami yang sabar besar pahanya disisi Allah.

sesudah itu dia bisa merekayasa sebab dan alasan meneruskan kehidupan suami istri kalau dia mampu menahah sakit hatinya dan rela menerima kenyataan yang ada. semua ini termasuk perbuatan merahasiakan atau menutupi aib.

Rasulullah saw. pernah bersabda kepada sahabat huzal: “wahai huzal, kalau kamu dapat menutup (aib itu) dengan kain bajumu, itu lebih baik bagimu.”

para ahli madzhab Imam malik berpendapat bahwa suami yang pada waktu akad nikah mensyaratkan keperawanan calon istrinya, kemudian ternyata janda (bukan perawan) , dia berhak membatalkan perkawinan dan mengambil kembali maharnya.

jika calon suami hanya mendasarkan pada dugaan bahwa calon istrinya masih perawa tanpa ada syarat masih perawan, kemudian ternyata janda, dia tidak boleh mengajukan tuntutan apapun. dan jika menceraikan sesudah menyetubuhinya (artinya sesudah berkumpul berduaan sesuai dengan syariat di dalam kamar terkunci) , istri berhak memperoleh seluruh mahar yang disebut sewaktu akad nikah atau mungkin pemberian lainnya (shidaaq)

sesuatu yang diketahui kebenerannya pada saat permulaan yang hanya berdasarkan dugaan, tidak dapat diambil sebagai sumber hukum (pelaksanaa hukum).

kalau perceraian itu dilaksanakan sebelum pasangan digauli (disetubuhi), maka istri hanya berhak memperoleh separuh maharnya.

Wallahu a`lam..

Demikian penjelasan singkat Solusi dan mengapa di malam pengantin saat berhubungan intim pertama kali darah kadang tidak keluar dari vagina wanita, malam pertama tidak berdarah bukan berarti sudah tidak perawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *